June 11, 2011
XVII (I do not love you...) by Pablo Neruda
or the arrow of carnations the fire shoots off.
I love you as certain dark things are to be loved,
in secret, between the shadow and the soul.
I love you as the plant that never blooms
but carries in itself the light of hidden flowers;
thanks to your love a certain solid fragrance,
risen from the earth, lives darkly in my body.
I love you without knowing how, or when, or from where.
I love you straightforwardly, without complexities or pride;
so I love you because I know no other way
than this: where I does not exist, nor you,
so close that your hand on my chest is my hand,
so close that your eyes close as I fall asleep.
April 11, 2010
I Carry Your Heart with Me, by Ee Cummings
my heart)i am never without it(anywhere
i go you go,my dear; and whatever is done
by only me is your doing,my darling)
i fear
no fate(for you are my fate,my sweet)i want
no world(for beautiful you are my world,my true)
and it's you are whatever a moon has always meant
and whatever a sun will always sing is you
here is the deepest secret nobody knows
(here is the root of the root and the bud of the bud
and the sky of the sky of a tree called life;which grows
higher than the soul can hope or mind can hide)
and this is the wonder that's keeping the stars apart
i carry your heart(i carry it in my heart)
December 24, 2009
Sendiri Menunggu Cinta, oleh Nirmala Trisna
Menghitung tetesan yang meleleh di pipinya
Perempuan itu menunggu kekasihnya
Kekasih hati yang ibarat lebah, menghisap madu bunga yang lain
Bodohkah ia?
Pasrahkah ia?
Perempuan itu menunggu janji kekasihnya
Janji yang selalu diharapkan untuk mewarnai dunianya
Bosankah ia?
Capaikah ia?
Perempuan itu terus menunggu
Dan terus menunggu...
November 9, 2009
Cinta tak Berbalas, oleh Nirmala Trisna
aku ambil sinar dari mentari
namun aku masih sendiri
aku mau dirimu
dirimu yang jauh
memang itukah maumu?
setitik tangismu cukup jadi bukti
*photo courtesy of Shanti Patriarini
November 7, 2009
Aku ingin bersamamu, oleh Nirmala Trisna
October 27, 2009
Kisah Sebuah Hati, oleh Nirmala Trisna
Yang bisa mekar berseri-seri saat kecupan pertama mendarat di dahi
Namun bisa patah, hancur, remuk, berkeping-keping...
Saat laki-laki muda itu dengan senyum manisnya tak datang di penghujung hari di suatu masa yang lalu...
Hati bisa membesar membuncah
ketika bibir mungil melantunkan tembang asmara
Hati bisa teriris perih tersayat-sayat
ketika bibir itu juga yang menangis saat selamat tinggal harus terucap
Hati bisa keras membatu menggumpal
dimana mungkin hanya cinta yang mampu meluruhkannya
Hati juga bisa lembut ringan
saat hanya cinta semata yang membuatnya melayang
Itulah kisah hati
Hatiku hanya untukmu
Datang dan diam dalam berbagai bentuk dan wujud
Aku cinta padamu
July 20, 2009
Ibuku berkata padaku..., oleh Nirmala Trisna
Yang pernah tumbuh di dalam tubuhku
benih dari cintaku
Namun kamu tak bisa kubelenggu
ragamu adalah kuasamu
dan jiwamu sepenuhnya milikmu
Pergilah anakku sayang
taklukkan dunia
di luar pelukku, dengan cintaku
*Puisi ini untuk Mami, yang dengan keberaniannya, melepaskanku pada umur 21 tahun*
January 13, 2009
Soul Food for our Children
Our children are the future of our life. Nurture our children and nourish their soul with love. Love without anger, love without deceit.
Grow genuine smile to our children. Smile that should be beaming with joy, cultivated by parents who truly respect and adore each other. Enhanced by love as the spirit in spinning the wheel of life. Love to our spouse, love to our children, love to good life.
Feed our children with noble dreams. Bestow our children with audacity, so they can survive in the evolving globe.
Let our children fight for their beliefs. Lead them by moral instance.
Love our children….the beauty of our life.
November 19, 2008
cinta kadaluarsa, oleh nirmalatrisna
kamu bilang hanya aku yang meluluhkan jantungmu
kemarin katanya cuma aku yang kamu rindu
di hatimu ada aku melulu
kenapa sekarang kamu bilang sayangmu kadaluarsa
ibarat kecap cap kadal, katamu cinta bisa usang
kecap lama dibuang, tanpa rasa sayang
aku terpana, terguncang, ibarat pohon mau tumbang
*terinspirasi oleh perceraian artis Indonesia yang beralasan cintanya sudah kadaluarsa*
Terapi Cinta, oleh Nirmala Trisna
Lunglai badanku
Berat kelopak mataku
Kuras habis airku
Hanya satu terapiku
…Aroma tubuhmu
June 25, 2007
Jatuh Cinta Tanpa Kompromi, oleh Nirmala Trisna
benar-benar cinta, tanpa teka-teki
sejak mata menatapnya pertama kali
benar-benar tanpa kompromi
*to my youngest son: Alarik Prestaka
January 30, 2007
Warna dunia untuk anak-anakku, oleh Nirmala Trisna
Dunia seperti apa yang kamu mau
Kamu tak menjawabku
Hanya menatapku dengan mata bulatmu
Kukatakan padamu
Kusiapkan dunia penuh warna
Karena dunia tak sekedar hitam, putih dan kelabu
tak semua asli, banyak pula yang semu
Kusirami berbagai warna pada sukmamu
Kubekali palet dan kuas untuk dirimu
Agar engkau warnai dunia sesuai larasmu
Dalam dunia, dengan atau tanpa diriku
January 13, 2007
Kepompong Cinta, oleh Nirmala Trisna
Aku seperti kepompong
Terbungkus lapisan cinta
Membuatku tak berdaya
Hingga tiba nanti waktunya
Kepompong berubah rupa
Mengembang membawa cinta
December 4, 2006
Cinta Ibu Sepanjang Jaman, oleh Nirmala Trisna
Pernah aku marah padamu
Begitu marah sampai nafas menderu
Saat kamu tak mau mendengar ucapku
Saat kamu berbuat tak seperti mauku
Kutinggikan nada suaraku
Kujauhkan diriku padamu
Sampai reda emosiku
Sampai air mengalir dari mata mungilmu
Hilangkah cintaku padamu?
Bagaimana denganmu, masihkah aku menjadi pujaanmu?
Pelukan hangat dan kecupan lembut
Menjadi bukti, lebih dari cukup
November 25, 2006
Perempuan bertanya cinta, oleh Nirmala Trisna
mengapa aku begitu mencintaimu
sepenuh hati dan ragaku
Jawab laki-laki itu,
karena aku datang membawa cinta
hanya untukmu
Perempuan bertanya lagi,
mengapa aku masih bisa mencintai buah cinta kita,
tanpa mengurangi cintaku untukmu
Jawab laki-laki itu,
karena insan kecil ini pun datang
membawa cinta hanya untukmu
Perempuan bertanya kembali,
bisakah aku mencintai lagi, cinta kita yang berbuah kembali
tanpa mengurangi cintaku yang telah ada
Jawab laki-laki itu,
setiap insan darimu membawa cinta
untuk engkau, bunda

