November 9, 2009

Cinta tak Berbalas, oleh Nirmala Trisna

Sendiri aku di tengah bumi
menatap langit tiada tepi
aku ambil sinar dari mentari
namun aku masih sendiri
aku mau dirimu
dirimu yang jauh
memang itukah maumu?
setitik tangismu cukup jadi bukti

*photo courtesy of Shanti Patriarini

November 7, 2009

Aku ingin bersamamu, oleh Nirmala Trisna


Saat embun bangkit perlahan

Mengusap seluruh raga

Saat mentari menerangi dunia

Membakar api dalam dada kita

Saat air hujan membasahi permukaan pertiwi

Mengikis persediaan cinta di antara kita

Ijinkan aku bersamamu

Sampai aku layu bersamamu


*Photo courtesy of Shanti Patriarini

October 27, 2009

Kisah Sebuah Hati, oleh Nirmala Trisna

Betapa hebatnya sebuah hati
Yang bisa mekar berseri-seri saat kecupan pertama mendarat di dahi
Namun bisa patah, hancur, remuk, berkeping-keping...
Saat laki-laki muda itu dengan senyum manisnya tak datang di penghujung hari di suatu masa yang lalu...

Hati bisa membesar membuncah
ketika bibir mungil melantunkan tembang asmara
Hati bisa teriris perih tersayat-sayat
ketika bibir itu juga yang menangis saat selamat tinggal harus terucap

Hati bisa keras membatu menggumpal
dimana mungkin hanya cinta yang mampu meluruhkannya
Hati juga bisa lembut ringan
saat hanya cinta semata yang membuatnya melayang

Itulah kisah hati

Hatiku hanya untukmu
Datang dan diam dalam berbagai bentuk dan wujud

Aku cinta padamu

Sisakan Hati, oleh Nirmala Trisna

Ketika hidangan berlimpah di waktu maghrib
Ketika lembaran rupiah bertaburan di midnight sale
Ketika baju baru diburu untuk tampil baru di hari raya
Ketika ketupat terisi buliran beras untuk sajian nikmat
Ketika motor pemudik berimpitan di jalur mudik

Masih ada yang merintih di kaki bumi...

Sisakan hati untuk berbagi..

July 20, 2009

Ibuku berkata padaku..., oleh Nirmala Trisna

... Dan kamu adalah anakku
Yang pernah tumbuh di dalam tubuhku
benih dari cintaku

Namun kamu tak bisa kubelenggu
ragamu adalah kuasamu
dan jiwamu sepenuhnya milikmu

Pergilah anakku sayang
taklukkan dunia
di luar pelukku, dengan cintaku

*Puisi ini untuk Mami, yang dengan keberaniannya, melepaskanku pada umur 21 tahun*

January 13, 2009

Soul Food for our Children

Our children are the future of our life. Nurture our children and nourish their soul with love. Love without anger, love without deceit.

Grow genuine smile to our children. Smile that should be beaming with joy, cultivated by parents who truly respect and adore each other. Enhanced by love as the spirit in spinning the wheel of life. Love to our spouse, love to our children, love to good life.

Feed our children with noble dreams. Bestow our children with audacity, so they can survive in the evolving globe.

Let our children fight for their beliefs. Lead them by moral instance.

Love our children….the beauty of our life.

November 19, 2008

Penjahat Cinta, oleh Nirmala Trisna

kurobek-robek hatimu
perih tak berdarah
tenggelam di samudra
tercabik terkena jangkar
terberai tiada rupa

cinta kadaluarsa, oleh nirmalatrisna

kemarin katanya kamu cinta padaku
kamu bilang hanya aku yang meluluhkan jantungmu
kemarin katanya cuma aku yang kamu rindu
di hatimu ada aku melulu

kenapa sekarang kamu bilang sayangmu kadaluarsa
ibarat kecap cap kadal, katamu cinta bisa usang
kecap lama dibuang, tanpa rasa sayang
aku terpana, terguncang, ibarat pohon mau tumbang

*terinspirasi oleh perceraian artis Indonesia yang beralasan cintanya sudah kadaluarsa*

Terapi Cinta, oleh Nirmala Trisna

Lunglai badanku

Berat kelopak mataku

Kuras habis airku

Hanya satu terapiku

…Aroma tubuhmu

November 15, 2008

Tentang Cinta

*Nirmala's translation on "The Prophet: On Love" by Kahlil Gibran*


Lalu Almitra berkata, “Katakan kepada kami tentang Cinta.”

Dan ia mengangkat kepalanya serta menatap orang-orang di sekelilingnya, dimana kesunyian meliputi mereka. Lalu dengan suara bijak ia berkata:

Saat engkau memutuskan untuk mengikuti cinta,

Walaupun jalannya sulit dan terjal.

Dan saat sayap-sayapnya memelukmu rapat,

Walau pedang tersembunyi di antara sayap itu dapat melukaimu. Dan saat ia berucap kepadamu penuh keyakinan,

Meski suaranya dapat menghancurkan mimpi-mimpimu seperti angin utara yang memporak-porandakan taman.

Demi cinta yang menjadi mahkotamu sehingga ia dapat menyiksamu. Walau ia ada untukmu tumbuh sehingga iapun bisa memotongmu.

Walau ia dapat melayang di tempat ketinggianmu dan mengusap ranting-ranting rapuhmu yang bergetar di bawah mentari,

Hingga ia mampu turun ke akarmu dan menggoyang pelukanmu ke bumi. Seperti sekumpulan pipih jagung, ia membuatmu menyatu dengannya.

Ia melucutimu dan menelanjangimu.

Ia menarikmu keluar dari sangkarmu.

Ia meluluhkanmu hingga lantak.

Ia menyentuhmu ke titik terlembutmu;

Dan kemudian ia menuntunmu ke api suci, sehingga engkau menjadi sajian suci bagiNya.

Semua ini maha karya cinta hingga engkau membuka rahasia hatimu, serta pada akhirnya menjadi bagian dari jantung Kehidupan.

Namun jika dalam ketakutan engkau hanya mencari kedamaian dan kenikmatan cinta,

Lebih baik untukmu jika engkau tutup keterbukaanmu dan tergolek pada lantai cinta,

Menuju dunia tanpa musim dimana engkau akan tertawa, namun bukan semua tawamu, dan tersedu, namun bukan tangismu.

Cinta tidak lain hanya memberi cinta pun jua mengambil cinta.

Cinta memiliki namun jua tak bisa dimiliki; Karena cinta cukup untuk cinta. Saat engkau mencinta, janganlah berucap,”Tuhan ada dalam hatiku,” namun katakan, “Aku ada dalam hatiNya.”

Dan jangan kira engkau mampu mengarahkan cinta, jika engkau layak, cinta akan mengarahkanmu.

Cinta tak berhasrat selain memenuhi cinta itu sendiri.

Namun jika engkau mencinta dan patut berhasrat, miliki hasrat-hasrat ini:

Mengalir seperti alur sungai yang mengalun menuju malam.

Mengetahui kepedihan atas terlampau banyak kelembutan.

Terluka karena pemahamanmu sendiri atas cinta;

Dan berdarahlah atas kemauanmu sendiri penuh cita.

Terbangun di kegelapan pagi dengan hati lapang serta bersyukur atas hari penuh cinta;

Terbaring di siang hari dan merenungkan kenikmatan cinta;

Kembali pulang di senja hari penuh syukur;

Lalu tidur dengan doa kepada yang terkasih di hatimu dan pujian yang mengalir dari bibirmu.